RIAU, KAMPAR - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meresmikan Balai Adat Kenegerian Tambang Terantang dan Rumah Godang Puti Fatimah Datuak Nan 10 di Desa Aur Sati Kecamatan Tambang. 

Pembangunan Balai Adat tersebut rupanya sudah lama sudah lama diimpi-impikan tokoh dan masyarakat tempatan. 

Dimana, Balai Adat yang terletak di Lokasi Wisata Danau Bokuok dibangun dengan Anggatan Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Riau. 

"Silahkan kepala desa, tokoh masyarakat, camat, untuk pengembangan Tambang sebagai kawasan wisata, RPMJD pariwisata, 

Kalau sudah ada maka provinsi bisa menganggarkan," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Senin (30/10/17). 

Menurut Andi, peresmian Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen membangun pariwisata berbasis budaya. Danau bokuok salah satu yang menjadi perhatian. 

Namun begitu, Andi berharap dalam membangun harus kompak dan saling bersinergi. Dengan demikian maka tercipta kebersamaan dalam usulan pembangunan. 

"Saya melihat Kabupaten Kampar ini kompak, mulai dari Bupati, Forkompinda, tokoh masyarakat, ninik mamak jadi sinergi yang seperti ini perlu ditingkatkan," ujar Andi. 

Sementara, Datuk Godang Kanagarian Tambang, Mudahar menyatakan rasa terimakasihnya atas dukungan dan bantuan yang diberikan orang nomor satu di Riau tersebut. Dimana, keinginan yang sudah lama diimpikan tersebut akhirnya terwujud. 

"Sudah lama kami menginginkan adanya balai adat ini, balai adat ini bermanfaat bagi masyarakat untuk berbagai kegiatan dan mengembangkan danau bokuok," ujar Mudahar. 

Hadir pada peresmian Bupati Kampar Aziz Zainal, wakil Bupati Kampar Catur Sugeng, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, anggota DPRD Riau dapil Kampar Masnur sejumlah pejabat tinggi pratama Kabupaten Kampar.(hum12)

RIAU, PEKANBARU - Arsyadjuliandi Rachman yang akrab disapa Andi Rachman pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 37, mengajak kalangan muda untuk menjadi pelopor penggerak pangan dunia di masa mendatang. Dimana pada kegiatan tersebut bertemakan "Melalui Hari Pangan Sedunia Mari Kita Gerakan Generasi Muda Membangun Ketahanan Pangan".

Gelaran HPS ke 37 ini dilaksanakan di lapangan Rumah Dinas Gubernur Riau di Jalan Diponegoro Pekanbaru. Pada agenda tersebut, Gubernur Riau Andi Rachman didampingi oleh Wakilnya Wan Thamrin Hasyim beserta unsur Forkompinda Provinsi.

Juga Tim Penggerak PKK, organisasi wanita juga anak-anak sekolah menengah dan kejuruan. Total yang hadir pada kesempatan tersebut berkisar  500 orang. 

Dalam sambutannya Gubernur Riau menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia dilaksanakan setiap tahun dan ini sesuai dengan resolusi PBB Nomor 1 Tahun 1979 di Italia. 

"Agenda ini kita kenal dengan nama World food Day pencetusnya adalah juga organisasi pangan dan pertanian PBB dan hari pangan ini dimulainya pada tanggal 16 Oktober 1981, pada tahun ini bertujuan menggerakkan anak muda menuju lumbung pangan sedunia demi masa depan dunia, tantangan kedepan yang kita dihadapi masalah pangan air" papar Gubernur.

Ditekankan oleh Gubri menyikapi persoalaan krisis pangan kedepan, dirinya mengintruksikan agar dinas terkait untuk mengantisipasi dari sekarang. Dimana hal ini karena semakin terbatasnya lahan untuk pertanian karena banyak alih fungsi.

"Jadi pada hari ini sama-sama kita saling mengingatkan untuk memperhatikan masalah pangan dan alhamdulillah Riau kebetulan punya potensi sagu, karena bagaimanapun kita tidak bisa mengejar ketertinggalan kebutuhan terhadap beras lebih dari 350 ton" terang Gubri.

Diterangkan Gubri, Riau sendiri saat ini masih kekurangan kebutuhan pasokan beras setiap tahun menurut keterangan dari Badan Ketahan Pangan untuk mengejar kekurangan harus dibantu oleh provinsi lain. 

"Provinsi Riau khususnya di pesisir ini lumayan ada sekitar 82000 hektar dan produksi kita ada sekitar 400.000 ton per tahun dan kita sudah mulai kegiatan untuk mempromosikan sagu ini melalui dinas ketahann pangan yang terkait termasuk pariwisata pertanian kebudayaan kita selalu berseri termasuk wanita ibu-ibu termasuk promosikan sagu" papar Gubernur.

Produksi sagu di Riau terjadi peningkatan dari 4 persen, dan saat ini sudah menjadi 15 persen. "Artinya kita sudah terbantu dengan sagu ini selanjutnya Riau menjadi Provinsi Sagu dan kabupaten kota Pak Bupati dan jajarannya yang memproduksi sagu itu juga sekarang giat-giatnya membuat makanan dari sagu" kata Gubri. 

"Waktu MTQ kemaren saya meninjau bazar, hampir seluruh kabupaten penghasil sagu mempromosikan sagunya dan ternyata kuliner yang bisa dibuat dari sagu ini enak semua dan tahun 2016 kita pernah mendapatkan rekor Muri memproduksi sagu 369 menu. Waktu itu di Dinas Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Kepulauan Meranti dan mudah-mudahan semangat ini didorong terus apalagi generasi muda harus tahu potensi kita ini" sarannya. 

Gubri mengajak semua kalangan untuk bertekad memajukan sektor pertanian demi mengatasi kekurangan pangan ke depan. Apalagi kata Gubri, Indonesia ingin menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045. "Tinggal semangat kita mari membangun sektor pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan Dunia tahun 2045.(hum12)

RIAU, KAMPAR - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman, pada Sabtu, (9/12/2017) siang, menghadiri undangan makan Bejambau (berhidang, red), di Objek wisata Dusun tiga Teluk Jering, desa Teluk Kanidai, kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Riau. 

Acara yang digelar oleh para tokoh masyarakat, serta seluruh warga dusun itu, bertempat dibawah rimbunnya pohon karet, dengan alas tikar yang terbuat dari bambu menjadikan suasana yang sederhana itu menjadi keunikan tersendiri. 

Acara yang telah dipersiapkan oleh panitia sejak bulan November lalu, dalam rangka menjalin silaturahmi serta mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta Alam. 

Ketua kelompok sadar wisata dusun tiga Teluk Jering, Husni Mubarak, menyampaikan kegiatan itu merupakan inisiatif tokoh masyarakat beserta seluruh warga, karena sejak daerahnya dikenal sebagai objek wisata alam, banyak masyarakat luar yang datang sehingga memberikan dampak ekonomi yang lumayan tinggi.

"Acara ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah Subhanahu Wata'ala, karena telah memberikan alam yang banyak manfaatnya kepada masyarakat di daerah kami," kata Husni Mubarak. 

Hadirnya orang nomor satu di provinsi Riau, H Arsyadjuliandi Rachman ke acara tersebut, Husni Mubarak juga menjelaskan, "Pada awalnya mata pencarian masyarakat Dusun tiga Teluk Jering hanya mengandalkan dari sektor perkebunan karet dan perikanan. Sejak kampung kami berubah menjadi objek wisata alam banyak pendapatan ekonomi masyarakat kami meningkat," jelas Husni. 

"Hal ini berkat kinerja bapak Gubernur Riau beserta jajarannya, yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata di Riau sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat," tutur Husni Mubarak. 

"Pada hari minggu bila ramai didatangi pengunjung, aktifitas jual beli di lokasi objek wisata alam Teluk Jering, bisa mencapai 20 juta per-hari," jelas Husni Mubarak. 

Pada acara itu Gubri yang kerab disapa Andi Rachman mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya. Menurutnya kondisi Alam Dusun tiga Teluk Jering merupakan anugerah tak terhingga yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. 

"Kekayaan Riau, baik alam dan budayanya yang terbentang sepanjang aliran empat sungai besar yaitu Rokan, Siak, Kampar dan Kuantan-Indragiri dijadikan konsep untuk merunut potensi wisata yang ada di Riau.

"Teluk Jering tepat berada pada tepian sungai Kampar yang tentunya memiliki kisah unik. Di Negeri Serambi Mekah ini, peninggalan sejarah banyak tercecer mulai dari Candi Muara Takus hingga Kerajaan Gunung Sahilan. Kondisi itu semua memiliki potensi pariwisata berbasis budaya yang bisa dikembangkan," kata Gubri. 

"Saya berpesan kepada seluruh warga Teluk Jering agar bisa menjaga kondisi alam sehingga bisa bermanfaat untuk anak cucu dikemudian hari," tutur Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh ketua kelompok sadar wisata Teluk Jering, Husni Mubarak,  jumlah kunjungan wisatawan yang  datang ke objek wisata Teluk Jering  sebanyak 39.900 orang. 

Husni menjelaskan, peningkatkan kunjungan itu melonjak sejak bulan Juni 2017 lalu." Kelonjakan ini dampak dari promosi melalui media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan media massa. 

Adapun jumlah data jumlah wisatawan yang dilaporkan Husni Mubarak, rinciannya sebagai berikut, pada bulan Januari sebanyak 3.268, Februari 1.924, Maret 1.736, April 1.805, Mei 1.961, Juni 3.062, Juli 3.043, Agustus 4.157, September 4.672, Oktober 6.130 dan November 8.142 Wisatwan. 

Selain itu Husni juga menuturkan adapun jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Teluk Jering berasal dari Korea sebanyak 23 orang, mahasiswa Malaysia 70 orang, Australia 6 orang dan Rusia 2 orang.(hum12)

RIAU, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus menggalakkan program kesehatan bagi ibu dan anak. Dan salah satunya ada kampanye untuk menghentikan upaya pernikahan dini. Serta ajakan kepada kaum ibu untuk terus berprilaku hidup sehat dan menjaga kesehatan dalam rumah tangga masyarakat.

Program kesehatan ibu dan anak ini disosialisasikan terus-menerus  oleh Pemprov Riau.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman yang didampingi istri Wakil Gubernur Riau, Rosmiati Tamrin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Dra. HJ Tengku Hidayati Efiza MM menghadiri acara  Sosialisasi Peningkatan Pemeliharaan Kesehatan Ibu dan Anak.

Kegiatan ini juga sekaligus disertai dengan ikut senam bersama dan berpartisipasi dalam penandatanganan deklarasi bersama"Stop Pernikahan Usia Anak" di Halaman Gedung Daerah Provonsi Riau (17/12/2017).

Sisilita Arsyadjuliandi dalam sambutannya mengajak para ibu-ibu untuk ikut senam bersama sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan terutama kesehatan pada Ibu.

Selain itu, dalam acara tersebut Hj. Sisilita Arsyadjuliandi juga ikut memeriahkan acara tersebut dengan memberikan door prize kepada pemenang kupon undian yang hadiahnya berupa sepeda.(hum12)

RIAU, BENGKALIS -  Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman melakukan panen raya tanaman padi yang dipusatkan di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Kamis, (7/12/2017). Panen raya kali ini mencakup tanaman padi seluas 220 hektare. 

Kegiatan ini ditandai dengan memotong padi menggunakan arit oleh Gubernur Riau Arsyadjulaindi Rachman dan istri Hj Sisilita serta Plt Sekda Kabupaten Bengkalis H Arianto . 

Gubernur juga sempat menjajal mengoperasikan mesin pemanen padi atau Rice Miling Unit (RMU). Dengan mesin canggih ini, proses pemanen menjadi lebih cepat. Tanam padi yang dipanen menggunakan mesin seharga Rp 350 juta ini bisa langsung ditampung dalam karung dalam bentuk gabah.

"Saya berharap, panen ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan khususnya di Pulau Bengkalis," ujar gubernur. 

Andi Rachman berharap padi varietas ini pada tahun mendatang bisa dikembangkan lagi agar dapat panen dua atau tiga kali dalam setahun. 

Ia meminta kepada para petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan padinya ke sawit. Karena hasil dari tanaman padi ini juga bagus untuk kesejahteraan petani. 

Sebanyak 220 hektare tanaman padi ini hadir sebagai bagian dari upaya khusus ketahanan pangan padi, jagung dan kedelai, kerjasama apik antara Kementerian Pertanian, TNI AD dan Pemerintah Provinsi Riau.

Pengembangan padi ini dibiayai oleh APBD Provinsi Riau 2017. Termasuk di dalamnya pembiayaan pupuk anorganik, benih dan herbisida. Selain itu, petani Desa Mentayan juga mendapat RMU 1 unit, power trasher 4 unit, hand traktor 7 unit dan bibit mangga 500 batang. 

Dana APBN juga mengalir ke petani Desa Menyayangi terutama untuk pengadaan Combine Harvester besar sebanyak 5 unit. 

Tidak itu saja, petani di Bengkalis juga mendapat pembiayaan APBN untuk benih padi Inbrida seberat 37 kilogram atau setara untuk penanaman 1.500 hektare sawah. Kemudian benih jagung hibrida 11.278 hektare untuk luas penanaman 751 hektare. Kemudian Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) sebanyak satu unit, combine harvester sedang tiga unit, cetak sawah baru seluas 26 hektare dan pengembangan kedelai seluas 45 hektare.(hum12)

RIAU, PEKANBARU - Provinsi Riau yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata, pada Sabtu, (25/11/17) mendapat kesempatan meraih juara umum Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. 

Anugerah itu diberikan oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, yang diwakilkan oleh, Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Uus Kuswara di Studio 3 Metro TV, jalan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakata Barat. 

http://www.riau.riaucitizen.com/
Sekretaris Kemenpar RI, Uus Kuswara, pada saat menyampaikan sambutannya mengatakan, kegiatan API diselenggarakan guna menjadi kalibrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan standar nasional bahkan dunia. 

"Diharapkan Iven ini menjadi konfidensial sehingga dapat menciptakan pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sektor pariwisata," kata Sekretaris Kemenpar, Uus Kuswara. 

Uus Kuswara juga berharap kepada seluruh daerah, dengan adanya anugerah API itu, dapat semakin giat bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. 

Dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media internet yang melibatkan masyarakat umum dalam memberikan pilihan dengan periode pemungutan suara (voting) yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 1 Juni 2017sampai dengan 31 Oktober 2017. 

Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman, saat diwawancarai awak media seusai acara tersebut menuturkan, saat ini pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Joko Widodo sedang gencar-gencarnya mengangkat sektor Pariwisata. 

"Guna mensinergikan program itu pemerintah provinsi Riau bersama Kabupaten/Kota harus berperan aktif lagi, agar program pariwisata yang sedang ditingkatkan oleh pemerintah pusat sejalan dengan program di daerah," tutur Gubri yang biasa kerab disapa Andi Rachman. 

Mananggapi soal Anugerah yang diberikan, Gubri H Arsyadjuliandi Rachman mengungkapkan, pertama dirinya memanjatan puji dan syukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih kepada Kementerian Pariwisata RI, karena telah memberikan kepercayaan kepada Riau untuk menjadi juara umum. 

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras pemerintah provinsi Riau, bersama pemerintah Kabupaten/kota, komunitas, media massa, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat yang telah memiliki komitmen untuk memajukan sektor pariwisata termasuk Ekonomi Kreatif khususnya Kuliner," ungkap Gubri. 

Semoga Anugerah ini dapat memberikan semangat baru dalam mendorong sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ungkapnya lagi. 

Adapun tujuh Anugerah API yang diraih oleh Riau adalah, Makanan tradisional terpopuler Bolu Berendam Indragiri Hulu, Situs Sejarah terpopuler Istana Siak Kabupaten Siak, tempat berselancar terpopuler Bono Kabupaten Pelalawan. 

Selanjutnya yaitu, Atraksi Budaya Terpopuler Bakar Tongkang Kabupaten Rokan Hilir, Festival Pariwisata terpopuler, Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi, minuman tradisional terpopuler Laksamana mengamuk dan Objek Wisata belanja terpopuler, Pasar Bawah, Pekanbaru. 

Turut hadir pada acara tersebut, Bupati Kuantan Singingi, H.Mursini , Walikota Pekanbaru H.Firdaus , Bupati Siak, H.Syamsuar dan Bupati Pelalawan, HM Haris.(rls)

source : www.riau.news

RIAU, ROKAN HULU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman lepas 150 jemaah Majelis Taqlim se Kota Pekanbaru untuk berwisata religi ke Islamic Center, Pasir Pengaraian, Rokan Hulu. 

Selain itu, jemaah majelis taqlim ini juga menyempatkan singgah melihat wisata alam di Ulok Kasok, Kabupaten Kampar. Total ada lima bus yang diberangkatkan dalam kegiatan wisata religi dan alam tersebut.

"Pak Gubernur langsung melepas. Ada lima bus, total jemaah majelis ada 150 orang dari berbagai kecamatan di Pekanbaru," kata Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Firdaus, Ahad (19/11/17).

Pimpinan rombongan wisata religi dan alam oleh seratusan jemaah majelis taqlim Pekanbaru ini dipimpin oleh Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Riau, Hj Maryenik Yanda. Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini sendiri sebagai Pembina DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Riau.

"Yang ikut dalam kegiatan wisata religi dan alam ini ibu-ibu majelis taqlim dari berbagai kecamatan di Pekanbaru. Ada Rumbai, Payung Sekaki, Tangerang Timur. Kegiatan ini murni inisiatif dari ibu Maryenik Yanda sebagai Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Riau," ujar Firdaus yang juga mantan Kepala Disperindag Riau.

Ada pun tujuan dari kegiatan tersebut oleh ibu-ibu pengajian dari majelis taqlim Pekanbaru, untuk menambah pengalaman dari sisi kepariwisataan. Karena, di Riau sendiri khususnya di Rokan Hulu memiliki mesjid mewah dan besar yang memiliki fasilitas paripurna. 

Sudah banyak para tahfiz Al Quran yang dilahirkan di Islamic Center, negeri suluk berpusaka nan hijau tersebut. Dengan begitu diharapkan, wisata religi Islamic Center Rohul yang sudah dikenal dari dalam mau pun Provinsi Riau, juga bisa dilihat langsung ibu-ibu majleis taqlim tersebut.

"Pesan edukasi terutama dalam hal religi tentu pesan utama yang ingin disampaikan. Tapi, ibu-ibu majelis taqlim ini juga diajak melihat destinasi wisata alam di Ulok Kasok sebagai bukti Riau juga memiliki alam yang indah. Kegiatan wisata religi dan alam ini yang kedua kalinya, nanti terus berlangsung sampai Desember oleh masyarakat lainnya," papar Firdaus. 

Sementara para jemaah sangat antusias mengikuti kegiatan wisata religi ke Islamic Center Rohul. Apalagi kegiatan tersebut langsung dilepas oleh orang nomor satu di Riau."Ya, mereka sangat antusias sekali. Sebelum pergi, ibu-ibu majelis taqlim juga berphoto dulu dengan pak Gubernur. Ini tentu tanda kedekatanlah antara pemimpin dengan masyarakat," ujar Firdaus.(adv-ria11)
Powered by Blogger.