RIAU, KAMPAR - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pengembangan Wisata Alam Desa Buluh Cina, Kampar.

Menurut pria yang akrab disapa Andi Rachman itu, Wisata Alam Desa Buluh Cina akan menjadi salah satu destinasi yang bakal ramai dikunjungi wisatawan. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"Kita sebenarnya punya banyak destinasi. Salah satunya Wisata Alam Desa Buluh Cina ini," ucap Gubri.

Gubri berterima kasih kepada BKSDA Kementerian LHK yang ikut mengembangkan Wisata Alam Desa Buluh Cina.

"Nanti akan ada multiplier effect bagi ekonomi masyarakat. Banyak orang datang, mereka perlu makan, tempat tinggal dan lainnya. Dengan sendirinya ekonomi masyarakat akan berkembang," ucap Gubri.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pelepasan satu ekor elang dan 50 ekor kura-kura oleh Gubri. (ria*02)

RIAU, PEKANBARU - Kementerian Pariwisata RI janji akan menjadikan destinasi wisata Bono yang ada di Teluk Meranti, Pelalawan menjadi kawasan ekonomi khusus. Keunikan ombak Bono yang belum tentu dimiliki daerah lainnya dipandang menjadi satu potensi dikembangkan untuk bersaing dengan daerah pariwisata lainnya mau pun ditingkat dunia. 

Demikian dikatakan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada acara rapat konsultasi publik sebagai bahan masukan untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau 2018 mendatang di Hotel Arya Duta Hotel, Senin (27/2/17). 

"Menteri Pariwisata sudah janji akan segera mengeluarkan surat keputusan kawasan wisata Bono menjadi ekonomi khusus," kata Gubri.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Hal ini juga ditandai dengan mulai diliriknya destinasi wisata Bono oleh masyarakat termasuk para turis manca negara. 

Meski disadari belum maksimal penangannya, namun setidaknya hal itu terus diupayakan untuk menjadikan satu destinasi yang dikenal hingga mampu menjadi sumber pendapatan. Baik oleh masyarakat mau pun daerah. 

"Saat ini sudah ada 80 anak-anak sudah bisa bermain surfing. Ini tentunya mendadakan ombak bono mulai digemari. Dan ini tentunya juga bisa jadi atlet handalan Riau ke depan dalam even-even tertentu," ujar Andi. Selain Bono, sejumlah destinasi wisata lainnya juga juga tetap menjadi perhatian Pemprov Riau. Baik itu yang bersifat wisata alam, religi mau pun pariwisata berbasis budaya. 

"Kita tak bermimpi pariwisata kita seperti di Bali, tapi bagaimana memanfaatkan alam atau potensi lainnya bisa termanfaatkan dengan maksimal dan bisa memberi manfaatkan baik masyarakat dan daerah. Minimal inilah dulu target yang kita harapkan," papar Andi (sapaan akrab Gubri).

Hadir pada kesempatan Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Kepala Bappeda Riau Rahmad Rahim. Selain itu ada juga dua mantan Sekdaprov Riau Emrizal Pakis dan M Yafiz. Kemudian mantan Rektor Universitas Riau Prof Dr Mukhtar Ahmad, Azlaini Agus serta sejumlah anggota DPRD Riau.(ria*02)

RIAU, KEPULAUAN MERANTI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau bekerjasama dengan Disperindag Kabuoaten Meranti menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Industri Se-Provinsi Riau Tahun 2017, bertempat di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, kamis (16/2). 

Rakornis yang mengambil tema tingkatkan daya saing industri dan potensi keunggulan daerah dalam rangka mendukung pariwisata Riau menyapa dunia ini dibuka langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Selain dihadiri perwakilan bidang perindustrian 12 Kabupaten/ kota se propinsi Riau, Rakornis ini juga dihadiri Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Muhammad Firdaus, Kepala BPBD Riau, Edward Sanger, Kepala BMKG Riau, Sugarin, dan Kepala BKSDA Riau 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Muhammad Firdaus mengatakan Rakornis ini dilakukan bergiliran disetiap kabupaten/ kota dalam rangka mengenal potensi daerah dan menyamakan persepsi dan mengsingkronkan program kegiatan pembangunan industri dan perdagangan untuk tahun 2017 antara dinas perindustrian dan perdagangan provinsi riau dengan kabupaten/kota se-provinsi Riau yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta kebutuan daerah masing-masing sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan. 

"Mengingat sektor industri dan perdagangan merupakan salah satu sektor pendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi, maka secara bersama-sama perlu menyusun program-program prioritas pembangunan tahun 2017 yang bersinergi antara provinsi dengan kabupaten/kota melalui rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan hari ini," kata Firdaus. 

Sementara itu, Wakil bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan Rakornis yang dilaksanakan sangat penting, mengingat potensi di Meranti sangat banyak dan perlu dikembangkan. 

"Di Meranti sendiri sangat banyak potensi industri yang banyak dan belum terkembangkan dengan baik, maka dari itu dengan Rakornis yang dilakukan diharapalkan bisa mengangkat potensi itu. Salah satu industri yang saat ini menjanjikan adalah sagu. Dimana sagu bisa dikembangkan menjadi bermacam produk yang menopang kehidupan dan membantu perekonomian masyarakat Wakil bupati juga mengatakan bahwa untuk saat ini potensi sagu yang sangat banyak juga belum bisa mengangkat ke tingkat yang lebih baik, dikarenakan potensi sagu yang ada belum terkelola dengan baik. 

"Saat ini bisa dikatakan kita menjadi buruh di tanah sendiri, mengapa demikian, karena potensi sagu yang sangat banyak belum bisa dikembangkan dengan baik, kita hanya bisa menjadi produksi, sementara sagu yang dikirim ke Pulau Jawa di olah bermacam produk disana," kata Said. 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dalam sambutannya mengatakan, dirinya meminta kepada dinas terkait untuk mengeroyok dunia pariwisata untuk mendukung misi Propinsi Riau dalam meningkatkan porsi APBD. 

"Saya minta kepada dinas di kabupaten/ kota untuk mengeroyok pariwisata sebagai salah satu sektor pendukung dalam meningkatkan porsi APBD. Saya telah mencanangkan pariwisata berbasis budaya, untuk mendukung itu kita telah menggelontorkan Rp846 milyar. Harus diketahui turunan pariwisata itu banyak dan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Di Meranti sendiri sangat banyak potensi wisata yang mendunia seperti Festival Cian Cui dan Pesta Sungai Bokor dan itu perlu kita kembangkan," kata Gubri. 

Gubri juga mengatakan bahwa Propinsi Riau tidak lagi harus bergantung kepada potensi Migas yang selama ini menjadi andalan, namun harus dicari sektor baru yang lebih menjanjikan. 

"Pertumbuhan ekonomi Riau terus merangkak dan tidak naik, kita harus membuka sektor lain yang mendukung postur APBD, selama ini Riau terlalu terlena dengan sektor Migas.Masalah perkebunan dan Migas jangan terlalu sibuk kita pikirkan, saatnya kita beralih ke sektor pariwisata, kedepannya kita menargetkan kunjungan wisatawan ke Riau sebanyak 20 ribu wisatawan dengan visa sebesar 20 ribu US dollar," ungkap Andi.(ria*02)

RIAU, PEKANBARU - Sejak diluncurkannya penerapan e-Government Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun lalu. Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan penerapan e-Governmant ini, dalam rangka menjawab keinginan masyarakat tentang keterbukaan, dan transparansi informasi publik secara maksimal.

Melalui penarapan e-Governmet diharapkan partisipasi publik dalam melakukan kontrol dan memberi masukan dalam program-program kerja pemerintah bisa ditingkatkan, karena itulah perlu terlebih dahulu diterapkan sistem keterbukaan informasi publik ini."Salah satunya adalah melalui e-Government ini, jika masyarakat tidak tahu, bagaimana mereka bisa ikut berpartisipasi, salah satunya adalah melalui penerapan e-Government ini," ujarnya.


Terkait masih adanya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum bisa melaksanakan program ini, Andi Rachman berharap, semua SKPD yang belum menggarkan untuk pelaksanaan e-Governmetn tersebut. "Kita harap sambil jalan, kepala SKPD agar serius mempersiapkan agar bisa terintegrasi dengan e-Government ini," ujarnya.

Terhadap penerapan e-Government ini, menurutnya sosialisasi dan pelatihan pada SKPD sudah dilakukan. Dari hasil survey tim percepatan e-Government Pemerintah Provinsi Riau ke pemantapan dan pelatihan teknis e-office dapat disimpulkan bahwa penerapan e-Goverment Pemprov Riau sudah dapat diimplementasikan dengan terintegrasiaplikasi.

"Melalui Goverment Service Bus, yaitu : e-Kepegawaian, e-Keuangan, e- Monev, e-LPSE, e-ULP, SDDKD, e-Profil Kesehatan, e-simpel, dan e-Planning," jelasnya.

Untuk yang siap melaksanakan e-Government secara keselurahan yakni siap secara sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini admin e-office, berikutnya kesiapan infrastruktur jaringan dan perangkat pendukung aplikasi.

Sebagai Percontohan Penerapan "E-Government"

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI  Asman Abnur mengusulkan Pemprov Riau menjadi percontohan penerapan e-"government" atau pemerintahan berbasis elektronik dalam rangka peningkatan pelayanan publik melalui logo Riau Go IT.

"Implementasi pelayanan publik dengan penerapan teknologi sudah tercermin di Riau. Saya minta pak gubernur Riau untuk siap-siap karena provinsi ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain," kata Asman Abnur dalam kunjungan kerjanya ke Pekanbaru beberapa waktu lalu.
     
Menpan-RB mengatakan, implementasi pelayanan publik dari penerapan e-government merupakan salah satu langkah dalam program percepatan reformasi birokrasi yang diinstruksikan Presiden RI, Joko Widodo.
      
"Kesadaran sudah dimulai dari pimpinan daerahnya, seperti di Riau Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) penerapan teknologi dalam pelayanan di Samsat dan pelayanan SIM serta gubernur Riau di Badan pelayanan perizinan terpadu (BP2T)," sebutnya.
     
Saat di BP2T Riau, Menpan-RB berdialog dengan salah-satu penerima layananan dan menanyakan kemudahan yang diperoleh. "Pelayanan seperti ini mempermudah masyarakat tidak dipersulit lagi. Kalau ada kendala hari ini bisa langsung dilaporkan dengan tombol pengaduan yang langsung terhubung secara "online"," tuturnya.
      
Menurut dia, banyak kemudahan yang diperoleh dengan penerapan sistem teknologi mulai dari transparasi penggunan anggaran, penghematan anggaran yang bisa langsung dihitung, implementasi kegiatan pimpinan, serta kinerja serta realisasi serapan anggaran satuan perangkat kerja daerah (SKPD) ditinjau secara langsung.
     
Asman Abnur juga mengapresiasi Riau dapat menghemat anggaran melalui aplikasi e-budgeting atau laporan anggaran secara elekronik sebesar Rp600 miliar.
     
"Riau bisa menghemat 13 persen anggaran dari total Rp6 triliun yakni sebesar Rp600 miliar. Dari penghematan ini, sudah berapa kilometer yang dapat dibangun jalan," kata Asman Abnurnya.
     
Asman mememuji, penerapan e-budgeting yang merupakan bagian e-government dalam transparasi pelayanan publik, dapat mempermudah pengelolaan anggaran di Bumi Melayu itu.
      
Gubernur Riau Arsyadjuliandi mengatakan melalui logo "Go IT" yang digagas pemerintah setempat membumikan penerapan teknologi di provinsi yang berjuluk "Bumi Lancang Kuning" itu.
      
"Penerapan teknologi tidak terlepas dari semua aspek kehidupan. Kita ingin membumikan IT di Provinsi Riau ini karena tidak bisa dipungkiri jika ingin melakukan pembangunan di segala sektor, peranan teknologi sangat penting di dalamnya, " kata Arsyadjuliandi Rachman.
Dikatakan pria yang akrab dengan sapaan Andi Rachman ini, Pemerintah Provinsi Riau mengusung logo "Go IT"  dengan mengedepankan peningkatan kinerja pemerintahan daerah terhadap pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi.
      
Disampaikannya bahwa penerapan Riau Go IT merupakan hasil evaluasi terhadap kinerja pemerintahan. Saat ini, kata dia, Riau perlu mengejar penerapan teknologi infirmasi karena dirasa terlambat dalam mengembangkan.

Secara rinci dijelaskannya, aplikasi di seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terintegrasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Riau sebagai pusat penyebaran informasi di internal Pemerintah Daerah (pemda) maupun kepada masyarakat.
      
Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTST), kata dia, diharapkan segala kemudahan dapat diperoleh masyarakat, investor maupun pelaku usaha. Hal demikian disampaikannya demi terwujudnya pelayanan prima dengan didorong sistem pelayanan yang transparansi berbasis teknologi.
      
Andi Rachman, begitu pria ini akrap disapa mengatakan pelayanan perizinan juga dengan sasaran para pelaku usaha maupun investor yang melirik potensi investasi di kawasan tersebut.
      
Saat ini PTSP telah melayani berbagai macam investasi diantaranya Izin Penanaman Modal, Izin Usaha Perubahan, Izin usaha Perluasan.
       
Keterbukaan informasi juga terus didorong Pemprov setempat dengan merilis Riau Go IT,  penerapan teknologi tersebut juga dimaksudkan dalam mempermudah pelayan perizinan, melaui website bp2t.riau.go.id.

Kiat Sukses Pelaksanaan E-Government

Pemerintah Provinsi Riau telah mencanangkan pemerintahan berbasis electronic yang biasa disebut e-government dalam rangka peningkatan pelayanan publik melalui logo Riau Go IT. Ini merupakan langkah maju yang perlu diapresiasi oleh seluruh komponen masyarakat Provinsi Riau. Semoga ini bukan hanya terkait dengan situs/portal pemerintah saja tetapi juga terhadap layanan publik yang berbasis elektronik.

Walaupun diakui situs pemerintah merupakan gerbang pertama terhadap keterbukaan informasi tentang pembangunan, akan tetapi kinerja pemerintah harus juga memanfaatkan TI secara transparan dan akuntabel yang tujuan akhirnya menciptakan pelayanan public yang efektif dan efisien. Hal itulah yang menjadi semangat berpikir e-government.

Sebenarnya konsep e-government diartikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif serta memberikan pelayanan yang transparan kepada masyarakat. Jadi bagaimana pemerintah melakukan pelayanan public dengan lebih baik dalam hal waktu, kemudahan pelayanan dan semua hal yang bisa diukur dalam indeks kepuasan public (customer satisfaction) Provinsi Riau, yakni :

1) Kebijakan
Inpres N0.3 Tahun 2003 merupakan payung hukum untuk mengembangkan e-government. Hal ini bisa mendorong pemerintah daerah untuk membuat payung hukum teknis berupa SK Gubernur ataupun SK Bupati/Walikota.Sehingga aktivitas e-government tidak terhambat oleh alokasi anggaran.

2) Kepemimpinan
Faktor pemimpin merupakan hal terpenting dalam implementasi e-government. Masyarakat Riau bersyukur karena mempunyai Gubernur yang punya komitmen terhadap pembangunan e-government. Pemimpin dinas/instansi juga harus punya semangat yang sama dengan atasan mereka, sehingga mau belajar untuk menggunakan teknologi informasi dan aware terhadap perkembangannya. Inovasi dan ide-ide segar terkait pemanfaatan TI dalam perbaikan pelayanan juga harus ada dari pimpinan. Pemimpin yang punya kemampuan semacam itu biasa disebut e-leadership.

3) Kelembagaan
Untuk melakukan percepatan pembangunan e-government dibutuhkan kelembagaan yang bagus dan punya posisi vital dalam pembangunan. Selama ini unit yang berkaitan dengan e-government didaerah berada di dinas perhubungan sementara dipusat terdapat ditjen tersendiri yang mengurusi e-government yaitu Ditjen Aplikasi dan Telematika Depkominfo. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah pembentukan Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE) untuk daerah yang belum punya PDE dan meningkatkan status kelembagaan menjadi setingkat dinas untuk daerah yang sudah punya kantor PDE.

Akan tetapi ada satu problem terbesar terkait kelembagaan yaitu ego sektoral. Ini merupakan masalah nyata tapi seringkali tabu dibicarakan secara formal. Hampir semua institusi tidak mau berbagi data dengan institusi lainnya. Padahal tidak semua data harus dipertukarkan dengan instnasi lain akan tetapi yang dibutuhkan hanya beberapa tabel saja.

4) Infrastruktur
Ketersedian infrastruktur, baik hardware, software maupun akses merupakan hal pokok lainnya dalam implementasi e-government. Membangun jaringan TI memang membutuhkan biaya yang relatif mahal. Kenapa bisa dibilang relatif, karena TI tidak riil seperti membangun jalan atau gedung makanya dibilang mahal. Bagi yang menyadari manfaat yang begitu besar terhadap aspek pemerintahan, pendidikan dan perekonomian suatu daerah maka biaya dipandang bukan sebagai beban anggaran melainkan sebagai sebuah investasi.

Ketersediaan aplikasi e-government yang sesuai kebutuhan di pemerintahan juga belum banyak, sehingga pemerintah daerah harus membangun sendiri. Aplikasi-aplikasi ini juga terkait dengan brainware yang dalam hal ini bisa berupa pelatihan ataupun bimtek.

5) Sumber Daya Manusia
Semua kecanggihan teknologi informasi juga harus didukung dengan kualitas SDM di pemerintahan. Jangan berharap banyak bila kemampuan SDM tidak mampu mengikuti perkembangan TI yang berjalan cepat. Sehingga pemerintah daerah harus rajin mengirim SDM nya ke pelatihan dan seminar TI yang ada didalam maupun luar negeri.

Ada juga hal lain yang sering kita lupakan adalah transfer knowledge. Seringkali pemerintah daerah melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam hal TI. Alih-alih mau belajar, acapkali institusi yang bersangkutan tidak mau peduli (tutup mata) terhadap hal tersebut dan menyerahkan semua permasalahan yang ada kepada pihak swasta tanpa berupaya adanya proses transfer knowledge kedalam institusi mereka.

6) Kultur
Kultur ini berkaitan dengan mindset atau cara berpikir dan budaya dalam bekerja. Banyak sekali PNS yang berada di comfort zone (zona nyaman) dan tidak mau menyerap pengetahuan baru dengan alasan usia dan sudah nyaman dengan cara-cara lama seperti yang sudah dipelajari dari pendahulunya. Makanya harus cepat dimulai untuk mengubah kebiasaan, sebagai contoh mengubah mengirim surat kertas menjadi mengirim email.

7) Masyarakat
Objek akhir dari e-government adalah komponen masyarakat yang terdiri dari dunia usaha, mahasiswa, stake holder maupun masyarakat umum. Adalah sangat sia-sia sebuah inovasi pelayanan publik tanpa pemahaman TI di masyarakat. Oleh sebab itu perlu diketahui karakter kebutuhan publik supaya inovasi pelayanan ini bisa diterima dan dirasakan manfaatnya. Jika dianggap komponen pengusaha yang paling siap menerima inovasi layanan publik maka e-procurement , dan perizinan online yang harus didahulukan. Jika masyarakat umum paling siap menerima inovasi layanan publik berbasis teknologi selular maka SMS center bisa menjadi pilihan. Ini membutuhkan kecerdasan dalam menentukan prioritas.(ria/adv12)

RIAU, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mewujudkan kuantitas dan kualitas Pendidikan dan Kependidikan di Riau.

Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan berbagai usaha pembangunan pendidikan yang berkualitas, antara lain melalui pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan bahan belajar, serta berbagai pelatihan bagi guru.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan dan kaitan ke belakang. Ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern, dan sejahtera. Untuk itu perlu peningkatan SDM," ujar Gubri, Arsyadjuliandi Rachman.

Dijelaskan Plt Gubri, pendidikan yang bermutu tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yaitu guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.

Oleh karena keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak lahirnya sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas, maka hampir semua bangsa di dunia ini mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas.

"Sudah merupakan pendapat umum bahwa kemakmuran suatu bangsa berkaitan erat dengan kualitas atau mutu pendidikan bangsa yang bersangkutan. Bahakan lebih spesifik lagi, bangsa-bangsa yang berhasil mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dewasa ini adalah bangsa-bangsa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan strategi pengembangan sumber daya manusianya," kata Gubri.

Pengembangan sumber daya manusia, dari aspek pendidikan berarti mengembangkan pendidikan baik aspek kuantitas maupun kualitas. Aspek kuantitas menekankan pada perluasan sekolah sehingga penduduk memilki akses untuk bisa mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa memandang latar belakang kehidupan mereka.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Dari aspek kualitas, pengembangan sumber daya manusia berarti pendidikan dalam hal ini kualitas sekolah harus selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Kualitas sekolah memiliki tekanan bahwa lulusan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki kemampuan yang relevan dan diperlukan dalam kehidupannya.

Peningkatan mutu pendidikan melalui standarisasi dan profesionalisasi yang sedang dilakukan dewasa ini menuntut pemahaman berbagai pihak terhadap perubahan yang terjadi dalam berbagai komponen sistem pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Kamsol, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan dan merancang program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Riau. Program yang dibuat ini sudah dijalankan dan tepat untuk melahirkan SDM yang berkualitas.

Beberapa program yang dijalankan juga masuk dalam program Nasional, diantaranya program "Indonesia pintar " melalui Wajib Belajar 12 tahun bermutu bebas pungutan.

Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Membangun sejumlah science dan technopark di kawasan politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Program satu Guru satu laptop. Melakukan revolusi karakter bangsa, melakukan pendidikan kewarganegaraan. Menghilangkan model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional.

Jaminan hidup yang memadai bagi para guru terutama bagi guru yang ditugaskan di daerah terpencil. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.

Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal. Dan meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya.
"Mutu pendidikan dicerminkan oleh kompetensi lulusan yang dipengaruhi oleh kualitas proses dan isi pendidikan. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan dan program yang dapat memberikan kualitas SDM kita," kata Kamsol.

"Perwujudan proses pendidikan yang berkualitas dipengaruhi oleh kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, kualitas pengelolaan, ketersediaan dana, dan system penilaian yang valid, obyektif, dan tegas. Oleh karena itu perwujudan pendidikan yang bermutu harus didukung oleh isi dan proses pendidikan yang memenuhi standar, pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi agar berkinerja optimal, serta sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan yang memenuhi standar," ujarnya.(ria/adv12)

RIAU, BENGKALIS - Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mengembangkan potensi pariwisatanya. Salah satunya dengan peluncuran "Riau Menyapa Dunia" di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI beberapa waktu lalu. Untuk itu, Menteri Pariwisata berharap, segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata di Riau benar-benar digarap serius, dari infrastruktur sampai promosinya.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pihaknya akan bertekad mendukung target pariwisata nasional. Menurutnya, Riau memiliki banyak agenda wisata atau calender event, seperti daya tarik alam, budaya, dan wisata buatan, yang cukup menarik.

Misalnya saja, kata Gubri, Pantai Rupat dan Beting Aceh, Bono, Candi Muara Takus, Tour de Siak, Bono, dan kuliner andalannya Sagu Riau Menyapa Dunia.

Tentunya, diharapkan Pemprov Riau lebih memberikan perhatian kepada pemerintah kabupaten/ota di Riau bisa mengucurkan dana APBD Riau untuk daerah dalam menuntaskan permasalahan infrastruktur dasar masyarakat seperti kerusakan jalan, jembatan dan pengembangan wisata.

Hal tersebut dalam upaya mewujudkan dukungan infrastruktur dalam menyukseskan Riau menyapa dunia. Tanpa disadari potensi wisata selama telah menyumbang devisa yang tidak sedikit bagi Riau.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang sedari awal tahun lalu berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya pun jadi semakin gencar menggali potensi-potensi wisata yang ada.

Tujuan pembangunan pariwisata ini pun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 diantaranya yakni pariwisata ditonjolkan untuk mengangkat citra bangsa yang sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Letak Provinsi Riau yang berdekatan dengan malaysia dan singapura yang dikenal sebagai kawasan serumpun ini membuat Riau dapat dijadikan sebagai gerbang emas untuk pariwisata budaya melayu.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan,"Selama ini Pemprov Riau terlalu bergantung pada dua sektor yakni sektor migas dan perkebunan. Namun melihat kelesuan pada dua sektor ini selama beberapa tahun belakangan, ia menganggap harus ada perubahan prioritas pengembangan. Pariwisata berbasis budaya adalah prospek paling baik yang dipandangnya.

"Kita sudah melihat dampak melemahnya perekonomian kita beberapa waktu belakangan ini diakibakan turunnya kontribusi dua sektor ini. Tentu kita tidak akan berlama-lama menyandarkan perekonomian kita pada dua sektor ini saja," imbuhnya.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan sektor ini perlu dikembangkan agar geliat ekonomi di Riau ini tidak monoton. Karena selama ini, lebih banyak bertumpu pada sektor perkebunan khususnya kelapa sawit dan sektor migas. "Ketika perekonomian kita negatif, pergerakan perekomian ikut berdampak," katanya.

Kondisi ini akan berbeda dengan sektor pariwisata. Sektor ini tak mudah digoyang oleh perekonomian global, kecuali saat terjadi isu yang besar dan berdampak luas.
Pemerintah akan menyiapkan infrastruktur wisata. Untuk wahannya sendiri, menurut, Riau tak kalah dengan daerah lain. Seperti keberadaan wisata surfing Bono, Candi Muara Takus, Pacu Jalur, Istana Siak dan event  Bakar Tongkang serta ragam budaya yang ada.

"Riau akan kita jadikan sebagai pusat pariwisata dan edukasi kebudayaan se-Asia Tenggara. Apalagi dengan Riau yang dikelilingi oleh 4 sungai besar yakni Sungai Siak, Kampar, Indragiri dan Batang kuantan. Keempat sungai ini mempunyai sejarah peradaban dan kebudayaan tersendiri yang bisa digali,"tandasnya.

Sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya adalah orang melayu, Riau menjadi pusat pariwisata yang unik bagi orang-orang  yang ingin mengenal budaya dan kehidupan orang-orang melayu. Banyak sekali pusat pariwisata di Riau ini baik itu peninggalan sejarah, perpustakaan melayu, maupun kondisi alam, serta adat istiadat orang melayu yang unik dan mengagumkan.

Sesuai visi Riau tahun 2020 untuk menjadi pusat kebudayaan melayu di mana bunyi dari visi tersebut adalah: "Terwujudnya Provinsi Riau  Sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan melayu Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejarah, Lahir Dan Batin Di Asia Tenggara Tahun 2020''.

Sebagai daerah  Melayu yang juga mayoritas erat dengan agama Islam maka visi Riau tahun 2020 ini tidak bertentangan ajaran Islam karena di dalam visi tersebut mengatakan untuk mewujudkan Propinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahatera tahun 2020.

Dengan mengembangkan pariwisata budaya melayu yang ada di daerah Riau ini diharapkan dapat memajukan perekonomian masyarakat sekitar daerah Riau yang menjadi pusat pariwisata dimana akan dikembangkan dari sektor wisata sejarah, budaya, serta dukungan keadaan alam dari segi perekonomian bisa dengan memberdayakan masyarakat untuk mengambil peluang dengan membuka usaha yang berhubungan dengan wisata seperti membuka usaha kerajinan tangan sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut, menjadi pemandu wisata, membuka rumah makan, tempat reaksi atau apapun itu yang tujuannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melayu disekitar daerah tersebut dari sektor wisata.

Jika di telusuri, Provinsi Riau selama ini ternyata memiliki potensi pariwisata kebudayaan yang tidak kalah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunai Darussalam. Seperti wisata Mandi Sapar, Balimau Kasai, Bakudo Bono, Pacu Jalur dan Bakar Tongkang, serta Canti Muara Takus, ternyata sudah mulai mendunia. Tidak salah, pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi yang selama ini dimiliki Riau.

Gubernur Riau mencontohkan, Riau memiliki peninggalan-peninggalan bersejarah Melayu, seperti Candi Muara Takus, Istana Kerajaan Siak, Benteng Tujuh Lapis, dan banyak lagi yang masih bisa dikembangkan.

Belum lama ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI akan meluncurkan program event pariwisata Provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Gedung Balairung Soesilo Soedarman Kemenpar, Jakarta, 27 Mei 2016 lalu, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Program ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah pusat dan Pemprov Riau dalam memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Riau kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Karena Kemenpar memandang selama ini potensi pariwisata yang ada di Riau kurang dipromosikan secara luas.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan promosi ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun Riau sebagai objek destinasi wisata budaya berbasis budaya melayu adalah prioritas promosi yang akan dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan datang ke Riau.

"Kita punya potensi dengan mengembangkan objek praiwisata berbasis budaya melayu yang tak dimiliki oleh provinsi lain manapun. Itu yang akan menjadi ciri khas pariwisata kita dan akan kita perkenalkan kepada publik Indonesia serta internasional di Jakarta," ucap Gubernur Riau.

"Mengapa acaranya harus di Jakarta. Karena Jakarta ibu kota Negara kita. Pesan yang kita sampaikan melalui acara ini ialah, dengan tagline The Homeland of Melayu, kita (Riau) menyapa dunia,'' tuturnya.

Modal besar telah dimiliki Provinsi Riau dalam mengembangkan sektor Pariwisata. Provinsi Riau memiliki kekayaan alam yang melimpah. Bahkan provinsi berjuluk Negeri Lancang Kuning ini, menjadi provinsi terpenting penyumbang devisa dari kekayaan alamnya. Sektor migas dan perkebunan menjadi denyut nadi menghidupkan negeri ini, sehingga Tanah Melayu ini dikenal sebagai negeri yang kaya.

Untuk mengangkat pariwisata berbasis budaya di Provinsi Riau, bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kerja sama yang solid dari berbagai kalangan, baik para pemikir budaya, akademisi, budayawan, seniman dan masyarakat, sehingga basis ini semakin kuat. Selain itu mempromosikan aktivitas budaya di tanah ini harus dilakukan.

"Kita harus optimis. Wisata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Riau memiliki keunggulan di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Kita hanya perlu memasarkannya," Kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman

Dikatakannya Pemrov Riau akan melakukan promosi terus menerus. Andi Racman menyadari Riau memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, hanya saja untuk mengangkatnya perlu gencar dilakukan pemasaran. Masih banyak wisata-wisata Riau yang belum dikenal masyarakat luas karena kurangnya promosi.

Kebudayaan masyarakat Riau yang sangat kental dengan ciri khas melayu, akan menjadi terobosan baru sektor pariwisata. Dimana beberapa iven budaya yang telah dilaksanakan dibeberapa kabupaten yang ada di Riau ternyata mampu meningkatkan kunjugan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menambahkan promosi ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun Riau sebagai objek destinasi wisata budaya. Pariwisata berbasis budaya melayu adalah prioritas promosi yang akan dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan datang ke Riau.

"Kita punya potensi dengan mengembangkan objek praiwisata berbasis budaya melayu yang tak dimiliki oleh provinsi lain manapun. Itu yang akan menjadi ciri khas pariwisata kita dan akan kita perkenalkan kepada publik Indonesia serta internasional," ucap gubernur yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menambahkan promosi ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun Riau sebagai objek destinasi wisata budaya. Pariwisata berbasis budaya melayu adalah prioritas promosi yang akan dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan datang ke Riau.

Pemprov Riau optimis dengan sangat banyak sekali tujuan wisata Riau berbasis budaya. Selain itu banyak wisata unik dan purbakala yang ada di Riau. Bahkan wisata Bono yang ada di Teluk Meranti merupakan seven ghosts di dunia yang menjadi tujuan surfing turis asing. Kita optimis pariwisata di Riau yang belum diangkat akan terus kita terus melakukan promosi

"Kita harus optimis. Wisata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Riau memiliki keunggulan di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Kita hanya perlu memasarkannya," pungkasnya

Pemprov Riau akan terus melakukan pembangunan pada sektor pariwisata ini dengan mengembangkan Daerah Tujuan Wisata yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan yang Didukung Oleh Kebudayaan Melayu sebagai Kekayaan dan Kearifan Lokal. Kemudian selain itu pemerintah akan Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Didukung oleh Sarana dan Prasarana, serta Penguasaan Terhadap Teknologi.

Seterusnya pemerintah akan Mendorong Peningkatan Peluang Usahadan Kesempatan Kerja Melalui Fasiltasi Pengembangan Usaha dan Peningkatan Jejaring, serta Penghargaan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual dan Prestasi di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Melaksanakan Pemasaran Pariwisata yang Lebih Strategis, di Dalam dan di Luar Negeri, dengan Memanfaatkan Event Promosi Pariwisata, Media, Jaringan Pemasaran Pariwisata dan Perkembangan Teknologi Informasi

Selanjutnya Meningkatkan Peran Serta Pemangku Kepentingan (Stakeholders), dan Meningkatkan Kerjasama dengan Berbagai Pihak Dalam Rangka Pembangunan Pariwisata Daerah. Melaksanakan Beberapa Kebijakan Khusus di Bidang Pariwisata Dalam Rangka Pengembangan Desa-desa Wisata, Event-event Pariwisata Daerah, Serta Mewujudkan Provinsi Riau sebagai Destinasi Wisata Syariah, dan Mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai Destinasi Wisata Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE).

"Kita harus optimis. Wisata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Riau memiliki keunggulan di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Kita hanya perlu memasarkannya," pungkasnya.

Sejalan dengan promosi yang sedang gencar dilakukan di Propinsi Riau, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memfokuskan pembenahan infrastruktur di daerah potensi wisata.

"Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur, sebagai upaya kita untuk menggaet dan mempermudah akses wisatawan yang berkunjung ke Riau ini," kata Arsyadjuliandi Rachman.

Pemprov Riau saat ini terus mendorong sektor pariwisata yang berbasis budaya dengan tagline "The Homeland of Melayu " sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian dan kejahteraan masyarakat. Setelah menurunnya dua sektor andalan Riau, yakni perkebunan dan migas, kini sektor pariwisata diharapkan mampu menopang perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, Andi Rachman (sapaan akrab gubernur) dalam kunjungan kerjanya ke Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis Riau, yang merupakan daerah potensial pariwisata telah mendengar masukan dari pemkab setempat dan masyarakat mengenai pembenahan infrastruktur dasar yang harus segera terealisasikan.

Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen mendorong Pulau Beting Aceh yang juga berlokasi di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis dengan memasukkan sebagai Kawasan Pariwisata Nasional.

Ia mengatakan, pemerintah akan fokus untuk anggaran pembenahan infrastruktur, baik di pemerintah provinsi maupun pusat melalui kementerian pariwisata. "Kita sampaikan ke pusat agar ikut membantu mempromosikan pariwisata di Pulau Beting Aceh, sedangkan pembangunan infrastruktur akan kita lakukan secara bertahap sejalan dengan promosi yang terus digencarkan," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, H Eduar mengatakan, sektor infrastruktur dasar masih menjadi kendala pariwisata di Rupat, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, listrik, air bersih, jaringan komunikasi, yang juga menjadi perhatian pemerintah demi kemajuan pariwisata.

Pembenahan sektor infrastruktur dasar akan terasa geliatnya untuk dapat menggaet wisatawan lokal maupun mancanegara ke Pulau Rupat. Seorang wisatawan Pulau Rupat, Arman menyarankan pemerintah setempat untuk memprioritaskan pembenahan akses menuju lokasi wisata itu.

"Pemerintah perlu fokus pada perbaikan jalan menuju ke sini (Rupat) karena kondisi jalan ada yang rusak dan berlubang," katanya.

Ia menyayangkan jika akses menuju pulau Rupat tidak segera dibenahi, maka pengunjung akan mengurungkan niat untuk melihat beberapa pulau yang terkenal dengan hamparan pasir putih, lautnya yang biru dan potensi alamnya.

Pusat Support Riau tingkatkan Promosi

komitmen Riau menuju daerah pariwisata mendampat dukungan baik dari pemerintahan pusat. Diantaranya dalam meningkatkan kegiatan pariwisata yang sudah menjadi kebudayaan Riau. Seperti kegiaan Pacu Jalur yang mampu menarik wisatawan mancanegara.

Pacu jalur yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, terus dipromosikan pemerintah pusat pada mancanegara. Dimana kegiatan yang sudah rutinitas tiap tahun itu sangat berdampak pada pariwisata Riau, yang kegiatanya meski ditingkatkan Riau kedepanya.

Menurut  Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau Fahmizal Usman, Upaya Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan destinasi parwisata itu merupakan komitmen yang digesah Riau dari beberapa waktu sebelumnya. Dimana sesuai tagline Riau menyapa dunia ini mendapat dukungan baik dari pemerinthan pusat yang diyakini mampu meningkatkan kontribusi wisatawan ke Riau.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau

“Kata sangat bersykur dan bangga atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat, karena sudah dibantu meningkatkan promosi destinasi wisata Riau,” kata Fahmizal.

Adapun bentuk dukungan promisi itu katanya, berupa pemasangan baliho yang dilakukan Kementerian Pariwisata dibebebrapa lokasi strategis di pusat.

“Kita berharap promosi itu terus meningkatkan wisatawan ke Riau,” ujarnya.

Lebih jauh mantan Karo Humas Sekdaprov Riau ini menyampaikan, dukungan yang diberikan pemerintahan pusat saat ini, tidak hanya sekedar baliho, tapi juga memasukkan di visual iklan di Kereta Api sepanjang pulau Jawa yang terdapat di 128 daerah se Indonesia. Termasuk Bandara internasional nasional.

“Memang untuk saat ini promosi ditingkatkan pada kegiatan pacu jalur yang saat ini sedang berjalan. Tambah lagi pacu jalur kegiatan Riau yang sudah mulai merata di kenal Dunia. Sehingga promosinya terus ditingkatkan,”

“Bahkan sesuai pendataan yang dilakukan pihak Diparekraf Riau, kunjungan wisatawan mengunjungi Riau tahun ini terus meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang peningkatan mencapai 5000 wisatawan untuk seluruh destinasi wisata yang ada di Riau,” jelas Fahmizal belum bisa memberikan jumlah detil kunjungan wisatawan Riau hingga saat ini, karena masih berjalan terutama dalam kegiatan pacu jalur yang masuh berjalan.(ria/adv12)

RIAU, PEKANBARU - Produk Unggulan Daerah (PUD) merupakan suatu barang atau jasa yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu daerah, yang mempunyai nilai ekonomis dan daya saing tinggi serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yang diproduksi berdasarkan pertimbangan kelayakan teknis (bahan baku dan pasar), talenta masyarakat dan kelembagaan (penguasaan teknologi, kemampuan sumberdaya manusia, dukungan infrastruktur, dan kondisi sosial budaya setempat) yang berkembang di lokasi tertentu.

Pengembangan ekonomi lokal merupakan proses membangun dialog dan kemitraan aksi para pihak yang meliputi pemerintah daerah, para pengusaha, dan organisasi-organisasi masyarakat lokal. Pilar-pilar pokok strateginya adalah meningkatkan daya tarik, daya tahan, dan daya saing ekonomi lokal.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau

Produk unggulan adalah produk yang potensial dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SDA dan SDM lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan. Sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global (Kementerian Koperasi &UKM).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau kembali menggelar event tahunan Riau Expo. Untuk tahun ini, Riau Expo 2016 direncanakan digelar di SKA Convention Exhibition (SKA Co-Ex), Jl Soekarno Hatta Pekanbaru, pada 24-30 Oktober 2016.Riau Expo 2016 dibuka Senin malam (24/10/2016), di Taman Lumbini SKA Co-Ex Pekanbaru oleh Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato

Riau Expo 2016 telah dibuka Senin malam (24/10/2016), di Taman Lumbini SKA Co-Ex Pekanbaru oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan dan menginformasikan potensi dan peluang investasi produk dan jasa, serta produk dan jasa kreatif unggulan yang dimiliki Provinsi Riau, "Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan dan menginformasikan potensi dan peluang investasi produk dan jasa, serta produk dan jasa kreatif unggulan yang dimiliki Provinsi Riau, kabupaten/kota, serta kalangan dunia usaha, termasuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan koperasi kepada kalangan investor potensial dari dalam dan luar negeri," kata Kepala BPMPD Riau Drs. Ismaili Fauzi

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Menurut Fauzi, penyelenggaraan Riau Expo 2016 tahun ini diharapkan lebih besar dan sukses dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya hanya ada sekitar 166 stan, tahun ini jumlahnya lebih besar sekitar 280-an stan. "Jika pada Riau Expo tahun lalu kita mampu menarik 15.700 orang pengunjung dan transaksi dengan omzet Rp4 miliar dan kontak bisnis diperkirakan sebesar Rp15 miliar, maka tahun ini diharapkan bisa lebih besar," kata Fauzi.

Fauzi mengatakan target yang hendak dicapai melalui pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana bisa lebih baik dalam mempromosikan potensi Provinsi Riau dan kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Bagaimana kita memperkenal produk unggulan kabupaten/kota sehingga diharapkan terjadi kontak bisnis dengan para buyer berskala nasional dan internasional pada Riau Expo ini,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi lagi, selama penyelenggaraan Riau Expo 2016, penyelenggara telah mempersiapkan sejumlah acara pendukung antara lain Riau Investment Forum, dan pemilihan Duta Promosi 2016. Pada Riau Investment Forum, akan diundang para investor untuk melihat potensi Provinsi Riau. "Nah, Duta Promosi ini nanti kita ajar bagaimana mempromosikan dan menjual potensi Riau," kata Fauzi.

“Nah, Duta Promosi ini nanti kita ajar bagaimana mempromosikan dan menjual potensi Riau,” kata Fauzi.

Mendapat Apresiasi

Pergelaran Riau Expo tahun 2016 secara langsung dibuka Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, Senin (24/10/2016) malam.

Airlangga Hartanto didampingi Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman melakukan pemukulan Kompang tanda dibukanya kegiatan Riau Expo yang ditaja Pemprov Riau melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Dalam sambutannya, Airlangga Hartanto mengatakan, pemerintah pusat melihat potensi maupun produksi sagu melimpah di Indonesia, tidak hanya di wilayah timur Indonesia saja. Akan tetapi di wilayah barat, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Melalui pameran produk-produk unggulan lokal. "Riau Expo ini luar biasa, semoga perekonomian masyarakat Riau semakin berkembang," katanya.

"Saya melihat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau luar biasa produksinya dan ini harus terus dikembangkan, pemerintah pusat dalam hal ini mendukung produksi sagu yang ada di wilayah Indonesia," ujar Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato dalam sambutannya pada pembukaan Riau Expo 2016 di SKA Co Ex, Pekanbaru, Senin (24/10/2016).

Pada kesempatan itu Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, setiap Kabupaten Kota di Riau telah memiliki produk unggulan yang bisa diangkat ditingkat Nasional maupun Internasional, dan dirinya sangat mendukung potensi tersebut, salah satunya Sagu yang ada di Kabupaten Meranti. "Sagu merupakan salah satu potensi yang bisa diangkat, kita juga akan pamerkan dan sajikan 350 menu olahan Sagu yang kita harapkan juga akan pecah museum rekor Indonesia," ujar Gubri.

Dijelaksan Gubri, dirinya sangat menyayangkan komoditi Sagu Meranti yang sudah diekspor kemana-mana, tapi di Riau sendiri hanya 8 persen saja yang mampu diolah. "Akibat keterbatasan industri pengolahan Sagu dan investasi Sagu di Meranti hanya bisa diolah sebanyak 8 persen, kami harapkan pusat khususnya kementerian Perindustrian dapat mendukun dan memfasilitasi," harap Gubri.

Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku sangat mendukung pengembangan industri sektor Non Migas yang dikembangkan melalui Usaha Kecil dan menengah, salah satunya dengan membuat Program UKM Berbasis Digital, dengan program tersebut pembel dan penjual dimanapun dapat berbisnis tanpa dikenakan biaya.

Diskop UMKM Riau Promosikan Produk Unggulan Daerah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM), meminta setiap daerah dikabupaten/kota, untuk menonjolkan produk unggulan masing-masing. Ini penting, agar produk itu bisa dipromosikan dan menarik perhatian investor.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Provinsi Riau, Darius Husein. Dia menilai, mengangkat produk unggulan daerah adalah salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mengembangkan potensi investasi daerah agar dilirik investor.

“Saat ini hampir di semua daerah di Riau, pada prinsipnya sudah memiliki produk unggulan. Hanya saja belum terekspos dengan baik,”katanya.

Dinas koperasi Riau siap bersaing secara sehat menciptakan produk yang menjadi produk khas daerah. Dengan terus lakukan pembinaan kepada Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten kota. Bermunculan berbagai ide kreatif membuat produk baru dan menjadi unggulan.

Bukan hanya menciptakan produk, dan menjadikannya produk unggulan,promosi juga terus dilakukan agar masyarakat luas tau dan mengenal lebih jauh tentang produk yang di hasilkan UKM di Riau. Agar produk unggulan yang dihasilkan UKM di Kabupaten kota di kenal masyarakat secara luas, baik skala nasional maupun internasional, maka produk tersebut di promosikan di berbagai daerah melalui iven nasional, kata Kepala Dinas Koperasi Riau Melalui, Bidang Penyuluhan dan Promosi, Dra. Gustini.

Dijelaskan Gustini, dalam waktu dekat ini, tepatnya pada 6-9 November, bidangnya promosikan produk unggulan khas daerah Riau hasil karia UKM di mata nasional dan Internasional tepatnya di Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan itu sempena pagelaran produk-produk khas daerah yang ada di tanah air.  Itu kesempatan baik bagi Riau memprosikan pada masyarakat luas terhadap produk asli yang ada di kabupaten kota di Riau.

Isteri Gubernur Riau Ny. Sisilita Arsyadjuliandi membuka stand Bazar Riau Expo tahun 2016 bersama Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato didampingi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman di SKA Co Ex, Pekanbaru, Senin (24/10/2016).

Dijelaskannya juga, peran dari dinas koperasi dalam pagelaran tersebut sebagai wadah  memfasilitasi produk UKM yang ada di Riau untuk di kenal orang melalui promosi itu. Ada enam UMK dari lima kabupaten yang difasilitasi dinas Koperasi Riau untuk dipromokan pada masyarakat luas hasil produktivitas mereka. Enam UKM tesebut, satu terdapat di Rokan Hulu, kemudian di Inhu, Inhil, Meranti, dan dua lagi UKM dari Kota Pekanbaru, kata Gustini.

Mempromosikan produk khas daerah tersebut sebagai langkah perbandingan anatara yang dihasilkan daerah dan pihak luar. Dari situ juga akan di dapatkan pelajaran, serta menjadikannya sebagai tolak ukur dalam pengembangan produk UKM di Riau agar lebih bisa berkompetitif dengan
hasil yang baik pula.

"pagelaran promosi hasil dari produk  UKM di selenggarakan di Bandung, akan dijadikan tolak ukur pembanding dari apa yang dihasilkan pihak lain. Kekurangan yang didapati akan di benahi, dan keindahan yang di dapati akan lebih di tingkatkan lagi," ujarnya.

Dalam Riau expo dinas Koperasi dan UKM Riau fasilitasi sebanyak 40 UKM dari 12 kabupaten kota mempromokan produknya di bawah 2 tenda kerucut yang disediakan, ungkapnya. Sangat diharapkan sekali, produk UKM dari 12 kabupaten/kota dapat dikenal secara luas dan mendapat tempat di hati masyarakat, harapnya.(ria/adv10)
Powered by Blogger.