RIAU, PEKANBARU - Provinsi Riau merupakan daerah yang sangat menjanjikan dengan sumberdaya perikanan yang sangat menjanjikan karena didukung potensi sumberdaya laut dan sumberdaya air tawar, hal ini terkait langsung dengan potensi perikanan dan konsumsi ikan di Riau yang terus mengalami tren kenaikan.

Sumberdaya perikanan Provinsi Riau ke depannya, memang bisa menjadi salah satu andalan penggerak perekonomian dan pembangunan daerah. Sumberdaya perikanan ini menyebar baik untuk potensi perikanan air tawar maupun potensi perikanan laut yang terhampar luas di sepanjang garis pantai dan pulau-pulau di wilayah Riau.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
MoU Andon tentang Penangkapan Ikan, Budi Daya dan Pemasaran Hasil Perikanan. antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau dan Provinsi Jambi di Kantor Badan Penghubung Provinsi Riau Jakarta.
Sub sektor perikanan ini terus ditumbuhkembangkan oleh Pemerintah Provinsi Riau bersama Kabupaten dan Kota di daerah ini dengan sasaran pembangunan diantaranya peningkatan konsumsi ikan dalam negeri, memperoleh devisa dengan cara ekspor hasil tangkapan, menyediakan bahan baku perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan dan sekaligus juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja. Sebab, dengan berkembangnya sub sektor ini tentu diharapkan pula membawa dampak positif terhadap peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat.

Sub sektor perikanan yang terus ditumbuhkembangkan dengan sasaran pembangunan diantaranya; konsumsi ikan dalam negeri, memperoleh devisa dengan cara ekspor hasil tangkapan, menyediakan bahan baku perikanan, kesejahteraan nelayan dan menyerap tenaga kerja. Berkembangnya sub sektor ini sangat berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

Peranan sektor perikanan cukup penting dalam perekonomian di Provinsi Riau. Untuk itu berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah provinsi Riau untuk meningkatkan peluang di sektor perikanan dan kelautan.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubri dan KKP Kunker ke Rohil Lihat Potensi Perikanan Riau
“Sebagian besar wilayah kita yang terdiri lautan berpotensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat mendampingi mengunjungi kabupaten Rohil untuk melihat potensi perikanan dan kelautan, Rabu (28/9/2016) lalu.

"Provinsi Riau ini letaknya sangat strategis dan menguntungkan. Peluang itu harus bisa dimanfaatkan secara optimal dan maksimal dalam pengembangan sektor perikanan yang membawa dampak langsung kepada ekonomi masyarakat daerah ini. Justru itu, Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai leadingsector, harus mampu menyajikan data-data potensi perikanan secara akurat, benar dan menyeluruh," ucap Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada wartawan usai rapat koordinasi sektor perikanan Riau belum lama ini.

Data Dinas Perikanan Provinsi Riau menyebutkan, sektor perikanan memberikan kontribusi yang cukup penting terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau. Sejak satu dasawarasa terakhir hingga kini, sektor perikanan memberi konstribusi lebih dari 2,06 persen terhadap PDRB daerah ini. Dengan demikian Sektor perikanan merupakan pemberi konstribusi kelima pada sektor pertanian, setelah sub sektor tanaman bahan makan, tanaman perkebunan, perternakan dan hasil-hasilnya serta kehutanan.

Pembangunan dan pengembangan sektor perikanan di Riau, tentu harus berkesinambungan dan terintegrasi antar daerah. Titik beratnya adalah pada keunggulan komparatif masing-masing kabupaten dan kota di daerah ini.

Budidaya perikanan laut termasuk perikanan tangkap, jelas mencakup kabupaten/kota  yang mempunyai wilayah laut dan pesisir. Yakni, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak,  Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai. Sedangkan budidaya perikanan air tawar bisa dikembangkan di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Kampar dan Rokan Hulu.

Seperti dikatakan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, pengembangan sektor perikanan di Provinsi Riau diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi perikanan. Sehingga, ini secara tidak langsung akan menaikkan kesejahteraan yang tercermin dari pendapatan rumah tangga perikanan pertahun. Dengan bertambahnya sarana dan prasarana perikanan, maka akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi perikanan dan nilai produksi perikanan, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian Provinsi Riau.

Masih menurut Andi Rachman, selain minyak dan gas, sektor perikanan harus menjadi sektor unggulan bagi Provinsi Riau untuk jangka pendek dan ke depannya. Dalam kaitan itulah, kata Gubernur Riau, sektor strategis ini perlu mendapatkan perhatian serius untuk lebih dikembangkan secara profesional. Targetnya jelas yakni, penggalian potensi perikanan secara optimal, peningkatan produksi secara maksimal dan berkesinambungan dengan sasaran akhirnya adalah untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Lancang Kuning ini.

Provinsi Riau memiliki keunggulan komparatif karena letaknya yang strategis. Pertama, Riau dekat dengan negara-negara ASEAN, terutama Singapore, Malaysia dan Thailand. Kedua, Riau terletak di rute perdagangan dan pelayaran internasional di Asia-Pacifik. Ketiga, lokasi Riau dekat dengan Singapore yang merupakan salah satu pusat perdagangan dunia. Keempat, Riau terletak di tengah Pulau Sumatera, dilewati lintas Barat dan lintas Timur.

Selain letaknya yang strategis, Riau selama ini dikenal sebagai provinsi yang kaya dengan sumberdaya alam. Salah satu sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Riau adalah sumberdaya perikanan baik darat (air tawar) maupun laut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubri Bersama Deputi Kementrian Kelautan & Perikanan RI Tinjau Pelabuhan 
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dumai
Bersama Wakil Bupati Rohil, Drs Jamiludin dan Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil, Muhammad Amin serta serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah yang ada di Kabupaten Rohil, Gubri dan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia meninjau gudang ikan yang ada di Kota Bagansiapiapi dan secara langsung  melihat hasil tangkap nelayan.

Gubri berharap agar pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dapat memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan perikanan dan kelautan di Riau.Sebab dengan adanya bantuan dari pusat tentu saja pengembangan perikanan dan kelautan di Riau akan semakin maju dan meningkat.

“Ini membutuhkan kerja yang sungguh sungguh. Untuk itu, Pemprov Riau memerlukan banyak masukan dari berbagai pihak,” ujar Gubri.

Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan, kehadiran BPSDM-KP tersebut untuk melihat potensi perikanan yang ada di Provinsi Riau. Salah satunya yakni di Kabupaten Rohil seperti di Bagansiapiapi.

Di Dumai Gubri mengatakan, aset Pemprov Riau di Dumai yaitu Gedung Terminal Agri Bisnis di Kelurahan Purnama dan Balai Latihan Kerja dapat digunakan untuk pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan.

Menurut data statistik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau tercatat, potensi perikanan daerah ini cukup tinggi, yakni lebih 132.000 ton dan itu terus meningkat tiap tahun. Potensi sektor perikanan di Riau tidak hanya tersebar di sektor kelautan, namun juga perikatan air tawar. Dalam beberapa tahun terakhir, potensi budidaya kolam yang mencapai sekitar 14.000 ton. Begitu juga potensi pengembangan tambak dan keramba, yang pemanfaatannya masih di bawah 10 persen.

"Potensi inilah yang dapat dikembangkan secara optimal dalam mendukung pendapatan asli daerah untuk Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, kita harus memiliki data-data potensi perikanan yang valid. Ini perlu menjadi perhatian, Dinas Kelautan dan Perikanan harus betul-betul mendata potensi dan produksi ikan sehingga tidak merugikan daerah. Kita harus tahu potensi dan produksi riil hasil perikanan Riau," kata Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru.

Hal tersebut dikemukakan, Andi Rachman begitu pria ini akrab disapa, karena ia mnendapat informasi bahwa sebagian besar nelayan di Riau langsung menjual hasil tangkapannya kepada pengepul ikan sehingga tidak didapatkan data yang pasti terkait data produksi perikanan di kawasan setempat.

Betapa seriusnya Pemprov Riau menggerakkan sektor perikanan, tampak dari berbagai langkah, kebijakan dan terobosan strategis yang kini memang dilakukan Pemprov Riau khususnya Dinas Perikanan.

Maret 2016 lalu, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Jambi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) tentang Kerjasama Antar Daerah. MoU ditandatangani Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman dan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli, di Kantor Badan Penghubung Provinsi Riau Jakarta.

Kerjasama ini diikuti dengan penandatanganan MoU tentang Andon Penangkapan Ikan, Budidaya dan Pemasaran Hasil Perikanan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Tien Mastina dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi. Gubri yang akrab disapa Andi Rachman dalam sambutannya ketika penandatanganan MoU itu mengatakan, kerjasama antar dua provinsi bertetangga sangatlah strategis. Apalagi, daerah perbatasan Riau-Jambi baik laut maupun darat punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. "Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini mendapat ridho dari Allah SWT," ucap Andi.

Seperti ditegaskan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, pengembangan sektor perikanan di Provinsi Riau diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi perikanan. Sehingga, ini secara tidak langsung akan menaikkan kesejahteraan yang tercermin dari pendapatan rumah tangga perikanan pertahun. Dengan bertambahnya sarana dan prasarana perikanan, maka akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi perikanan dan nilai produksi perikanan, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian Provinsi Riau.(adv/ria10)

Post a Comment

Powered by Blogger.